Senin, 27 Oktober 2008
Create your own at MyNiceSpace.com
SUMPAH PEMUDA
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Rabu, 22 Oktober 2008

Ada yang bilang bahwa manusia adalah hasil evolusi kera. Weits, jangan keburu emosi dulu. Si Det juga nggak begitu percaya, sih. Tapi, maksud si Det bawa-bawa nama kera, usut punya usut, ternyata sifat manusia terkadang mirip sama hewan! Apalagi, urusan cinta. Statusnya bisa dibilang mirip banget. Pengin tahu? Coba deh kamu isi kuis berikut.
Sebentar lagi mau kiamat. Kalau kamu diberi kesempatan menyelamatkan hewan, hewan apa yang beruntung itu?
a. Kelinci
b. Domba
c. Rusa
d. Kuda
Ceritanya, kamu dikutuk sama Tuhan jadi hewan. Kamu mau pilih jadi hewan apa?
a. Anjing
b. Kucing
c. Kuda
d. Ular
Jika kamu diberi kekuatan untuk memusnahkan suatu spesies hewan, spesies mana yang akan jadi korban?
a. Singa
b. Ular
c. Buaya
d. Hiu
Suatu hari, kamu menemukan hewan yang bisa bicara. Kamu berharap hewan itu adalah...
a. Domba
b. Kuda
c. Kelinci
d. Burung
Kalau kamu bisa jadi hewan selama lima menit, mau jadi hewan yang mana?
a. Singa
b. Kucing
c. Kuda
d. Merpati
Cek Jawabanmu di Sini
Untuk pertanyaan nomor 1. Pada dasarnya, kamu tertarik dengan orang yang:
a. Kelinci: susah ditebak. Contoh, kelihatannya cuek banget padahal aslinya superperhatian.
b. Domba: patuh dan ramah.
c. Rusa: elegan dan sopan.
d. Kuda: mereka yang tidak terkekang dan bebas.
Untuk pertanyaan nomor 2. Kesan yang pengin kamu kasih lihat ke pacar kamu, kamu adalah orang yang:
a. Anjing: setia dan bisa dipercaya.
b. Kucing: gaya.
c. Kuda: optimistis.
d. Ular: fleksibel.
Untuk pertanyaan nomor 3. Situasi yang paling kamu benci dan bisa jadi batu sandungan dalam hubungan kamu:
a. Singa: kesombongan pacar kamu dan sikapnya yang sok diktator.
b. Ular: emosional, mood-mood-an sehingga kamu nggak tahu lagi mesti gimana buat nyenengin dia.
c. Buaya: sadis (jangan diartikan secara fisik, ya), berhati dingin dan suka ngejek.
d. Hiu: insecure (apa ya bahasa Indonesia yang pas: ketidakamanan, ketidakstabilan).
Untuk pertanyaan nomor 4. Hubungan yang pengin kamu jalanin dengan pacar kamu:
a. Domba: walaupun nggak ngomong, kalian saling tahu isi hati masing-masing.
b. Kuda: saling terbuka, bebas mengungkapkan pendapat, nggak ada rahasia-rahasiaan.
c. Kelinci: hubungan yang bisa bikin kamu selalu merasa nyaman dan saling mencintai.
d. Burung: hubungan jangka panjang.
Untuk pertanyaan nomor 5. Saat ini kamu menganggap cinta adalah:
a. Singa: kamu selalu haus akan cinta. Tapi, bukan berarti mudah jatuh cinta, melainkan selalu ingin dicintai.
b. Kucing: kamu sedikit egois. Kamu melihat cinta sebagai sesuatu yang mudah didapat dan dibuang kapan pun kamu mau.
c. Kuda: kamu nggak mau dikekang oleh hubungan yang terlalu serius. Kamu masih pengin juga gebet sana gebet sini.
d. Merpati: cinta buat kamu adalah sebuah komitmen yang dilakukan oleh kedua pihak.

Apa siCh beda seorang teman dengan Sahabat? Jelas beda. Kita bisa dengan mudah memperoleh teman, dengan menjabat tangannya saat pertama kali bertemu dan saling menyebut nama, maka bertambahlah satu teman kita. Tetapi untuk mendapatkan seorang apalagi lebih Sahabat, nggak semudah itu. Butuh waktu yang panjang dan proses yang nggak gampang.
Keistimewaan seorang Sahabat, biasanya tampil dalam beberapa hal berikut:
DAPAT DIPERCAYA, sehingga kita dengan leluasa menceritakan semua isi hati tanpa malu-malu. Menumpahkan segala unek-unek yang ada tanpa sisa, tanpa harus was-was kalo-kalo semua masalah kita bocor ke orang lain. Di mana pun faktor kepercayaan itu sangat menentukan.
MAU BERBAGI KESEDIHAN & KEBAHAGIAAN yang tengah kita alami. Sebab tak ada hal yang lebih indah selain berbagi rasa dan berbagi cerita dengan Sahabat.
DAPAT MEMBERIKAN SARAN dan pertimbangan disaat kita merasa nyaris putus asa. Bisa memberi nasihat dan wejangan disaat kita mengalami kebimbangan ato pun keterpurukan. Dengan begitu kita bisa lebih percaa diri dan bersemangat menghadapi hidup ini.
Antara kita dan Sahabat ada HUBUNGAN TIMBAL BALIK, yang terjalin dengan seimbang dan tidak berat sebelah satu sama lain.
Kita merasakan adanya KASIH SAYANG & PERHATIAN yang tulus, sehingga bila timbul kesulitan ato masalah, tanpa segan-segan saling membantu dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Seorang Sahabat yang baik akan selalu OBJEKTIF DALAM MEMBERI PENILAIAN dan menyampaikan kritiknya terhadap kekurang kita. Semua itu, tentu saja untuk kebaikan kita di masa mendatang.
Sungguh betapa Bahagianya bila kita memiliki seorang ato lebih Sahabat. Kita seakan memperoleh teman yang seiring sejalan dalam menghadapi pasang surut Kehidupan. Seorang Filsuf dan penyair dari Lebanon, KAHLIL GIBRAN, lewat karyanya yang terkenal ’SANG NABI’ mengungkapkan, ”Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendatangkan keseimbangan.” Jadi kehadiran Sahabat jelas sangat berarti bagi kita dan begitu sebaliknya buat dia. So, cobalah mencari Sahabat dan menjadi Sahabat yang baik, yang punya keistimewaan-keistimewaan tersebut.
# Apakah Anda orang SANGUINIS yang popular yang menginginkan segala-galanya menyenangkan, tapi mempunyai rentang perhatian yang pendek?
# Atau Anda KOLERIS yang kuat yang ingin memimpin & merasa kesal ketika orang lain tidak melihat persoalan dengan cara Anda?
# Atau Anda MELANKOLIS yang sempurna yang berkeyakinan bahwa apa saja layak dikerjakan dengan benar?
# Atau Anda PHLEGMATIS yang damai yang lebih suka tidak terlibat kalau itu akan menimbulkan masalah?
Seperti apakah tipe kepribadian yang lebih dominan?
Contoh eksperimen dalam perilaku kelompok
1.Orang SANGUINIS yang populer menjadi bergairah & berbicara terus menerus
2.Orang KOLERIS yang kuat merebut kontrol & menyakiti hati lainnya
3.Orang MELANKOLIS yang semurna berusaha menegakkan ketertiban & menjadi tertekan
4.Orang PHLEGMATIS yang damai, untuk menjaga perdamaian, menarik diri & menyerah.
Samakan frekuensi
Penting mengetahui tipe kepribadian Anda & pada siapa Anda berbicara. Segera tentukan seperti apa tipe kepribadian lawan bicara Anda.
Begitu Anda mengetahui tipe kepribadian mereka, berkomunikasilah dengan gaya prospek tersebut, sehingga Anda berdua berbicara dengan bahasa atau frekuensi yang sama.
Peraturan EMAS
”lakukan kepada orang lain sebagaimana mereka menginginkan Anda memperlakukan mereka.”
SANGUINIS yang populer
Kekuatan
Mencintai orang lain
Mudah berteman
Menyenangkan
Mudah menemukan pekerjaan
Punya selera humor yang baik
Mempesona orang lain untuk bekerja
Kreatif & warna-warni
Berkembang dalam kegiatan
Kemampuan menjual yang alami
Pembawa cerita yang menawan
Kelemahan
Termotivasi oleh emosi
Tak menyukai jadwal
Tidak bisa mengatakan ”tidak”
Membuat alasan
Mudah bosan
Kehilangan jejak waktu
Menangani terlalu banyak
Perhatiannya mudah teralihkan
Tidak punya fokus
Berbicara terlalu banyak
KOLERIS yang kuat
Kekuatan
Aktinitas tak kenal takut
Memperbaiki masalah
Pasti
Menyukai tantangan
Berbakat pemimpin
Cepat mengorganisasi
Berorientasi produksi
Unggul dalam krisis
Memancarkan kayakinan
Biasanya benar
Kelemahan
Tidak begitu perlu teman
Kaku memegang pendirian
Terlalu yakin
Tidak bisa santai
Cenderung kecanduan kerja
Mengharapkan pengabdian lengkap
Gelisah
Merebut kekuasaan
Tidak emosional
Angkuh
Memanipulasi orang lain
Tidak bisa mengatakan ”maaf”
Takut kehilangan kontrol
MELANKOLIS yang sempurna
Kekuatan
Bekerja dengan baik bila sendirian
Perencana
Baik dengan angka-angka
Suka tabel & grafik
Terorganisasi
Menghargai kesunyian
Akurat
Analitis
Jujur
Menyukai keindahan
Kelemahan
Mudah tertekan jiwanya
Kurang spontanitas
Idealistis kekanak-kanakan
Sangat kikir
Tidak bekerja dengan baik dibawah tekanan
Sangat perfeksionistis
Perlu banyak waktu
Sulit disenangkan
PHLEGMATIS yang damai
Kekuatan
Tenang
Menambahkan keseimbangan
Cerdas
Berprofil rendah
Penuh perhatian
Dapat diandalkan
Membuat perdamaian
Mendelegasikan dengan baik
Mantap, administrator yang baik
Pendengar yang baik
Motivator yang efektif
Baik hati, disukai
Konsisten
Punya sedikit musuh
Kelemahan
Keras kepala
Tidak terlibat
Menunda-nunda
Tidak antusias
Susah digerakkan
Terlalu tenang
Sembrono
Kurang tuntas
Tidak suka perubahan
Membenci konflik
Ikhtisar SANGUINIS yang populer
(mari kita lakukan secara menyenangkan)
Keinginan : bersenang-senang
Kebutuhan emosional : perhatian, dukungan, kasih sayang, persetujuan, penerimaan, kahadiran orang-orang serta kegiatan
Senang dengan orang yang : mendengarkan & tertawa, memuji & mendukung
Tidak senang dengan orang yang : mengkritik, tak menanggapi humornya, tak menanggapi manis atau lucu
Kekuatan kunci : bisa bicara tentang apa saja, kapan saja, & di mana saja dengan atau tanpa informasi. Punya kepribadian yang bergairah, optimisme, rasa humor, kemampuan bercerita, menyukai orang lain.
Kelemahan kunci : tidak terorganisasi, tak bisa mengingat perincian atau nama, membesar-besarkan, tak serius tentang apa pun, mempercayakan pada orang lain untuk melakukan pekerjaan, terlalu mudah ditipu, & kekanak-kanakan
Menjadi tertekan kalau : hidup tak menyenangkan & tampaknya tak ada yang mengasihi
Takut akan : kemungkinan tidak disukai atau bosan, harus hidup teratur sesuai jadwal, harus mencatat uang yang dibelanjakan
Berharga dalam pekerjaan : kreativitas warna-warni, optimisme, sentuhan ringan, menghibur, menggembirakan orang lain
Bisa lebih baik kalau ia : belajar mengorganisasikan, tidak terlalu banyak bicara, belajar memperhatikan waktu
Sebagai pemimpin ia : menggembirakan, membujuk & mengilhami orang lain, memancarkan pesona & menghibur, tapi mudah lupa & payah dalam soal tindak-lanjut
Cenderung mengawini : orang melankolis yang sempurna yang sensitif & serius, tapi orang sanguinis yang populer cepat lelah karena keharusan menggembirakan mereka sepanjang waktu serta dibuat merasa kurang layak & bodoh
Reaksi terhadap stres : meninggalkan tempat kejadian, mencari kelompok yang menyenangkan, cari-cari alasan, berbelanja, menyalahkan orang lain
Dikenali dari : kebiasaan suka berbicara terus-menerus, suara keras, mata bersinar-sinar, tangan yang digerak-gerakkan, pernyataan yang warna-warni, antusiasme, kemampuan mudah bergaul.
Ikhtisar KOLERIS yang kaut
(mari kita lakukan dengan cara saya)
Keinginan : memiliki kontrol
Kebutuhan emosional : rasa kepatuhan, hormat kepada pencapaian prestasi, tindakan, sesuatu untuk dikendalikan, peluang untuk memimpin, penghargaan atas segala segala kemampuan
Senang dengan orang yang : mendukung & mengalah, menuruti caranya, cepat bekerja sama dengannya, membiarkannya yang mendapat nama
Tidak senang dengan orang yang : malas & tidak mau terus bekerja, menentang kekuasaannya, menjadi mandiri, tidak loyal
Kekuatan kunci : kemampuan menguasai apa saja dengan seketika, membuat penilaian yang cepat & tepat
Kelemahan kunci : terlalu suka memerintah, mendominasi, otokratis, tidak perasa, tidak sabaran, tak mau mendelegasikan atau menghargai orang lain
Menjadi tertekan kalau : kehidupan lepas kendali & orang tidak melakukan segalanya menurut caranya
Takut akan : kemungkinan kehilangan kontrol atas apa saja, seperti kehilangan pekerjaan, tak dipromosikan, jadi sakit keras, punya anak yang melawan atau teman hidup yang tak mendukung
Berharga dalam pekerjaan : karena mereka bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banya daripada siapa pun lainnya dalam waktu yang lebih singkat & biasanya selalu benar, tapi bisa menimbulkan kesulitan
Bisa lebih baik kalau ia : membiarkan orang lain membuat keputusan, mendelegasikan wewenang, menjadi lebih sabar, tidak mengharapkan orang lain menghasilkan seperti ia sendiri
Sebagai pemimpin mereka : kecenderungan untuk memimpin, naluri tentang apa yang akan berhasil, keyakinan yang tulus akan kemampuannya untuk mencapai prestasi tapi bisa membuat orang yang kurang gresif kewalahan
Cenderung mengawini : orang phlegmatis yang damai yang dengan diam-diam akan patuh & tidak melawan wewenang, tapi yang tidak pernah mencapai prestasi cukup banyak atau bergairah terhadap proyek mereka
Reaksi terhadap stres : mengetatkan kontrol, bekerja lebih keras, berlatih lebih banyak, menyingkirkan pelanggar
Dikenali dari : cara pendekatan gerak cepat, kepercayaan diri, sikap yang selalu gelisah & menguasai
Ikhtisar MELANKOLIS yang sempurna
(mari kita lakukan dengan cara yang benar)
Keinginan : mendapatkan apa yang benar
Kebutuhan emosional : rasa stabil, ketenangan, ruangan, kepekaan & dukungan
Senang dengan orang yang :serius, cerdas, mendalam & mau beracakap-cakap dengan masuk akal
Tidak senang dengan orang yang : kelas ringan, pelupa, terlambat, tak terorganisasi, tak mendalam, berbohong & tak bisa diramalkan
Kekuatan kunci : kemampuan mengorganisasi, menetapkan tujuan jangka panjang, memiliki standar & edalisme tinggi, menganalisis secara mendalam
Kelemahan kunci : mudah tertekan, perlu waktu terlalu banyak untuk mempersiapkan, terlalu memusatkan perhatian pada perincian, mengingat hal-hal yang negatif, mencurigai orang lain
Menjadi tertekan kalau : hidup tidak teratur, standar tidak terpenuhi & tampaknya tak seorang pun peduli
Takut akan : kemungkinan tak seorang pun memahami perasaannya, membuat kesalahan, harus mengkompromikan standar-standar
Berharga dalam pekerjaan : kemampuan detil, suka menganalisa, tindak-lanjut, standar prestasi yang tinggi, belas kasihan kepada orang yang menderita
Bisa lebih baik kalau ia : tidak menganggap kehidupan terlalu serius & tidak memaksa orang lain menjadi perfeksionis
Sebagai pemimpin mereka : mampu mengorganisasikan dengan baik, peka terhadap perasaan orang lain, memiliki kreativitas yang mendalam, menginginkan prestasi berkualitas
Cenderung mengawini : orang sanguinis yang populer untuk kepribadian & keahlian sosial mereka, tapi segera berusaha mengurus mereka & memaksa mereka mengikuti jadwal, menjadi tertekan kalau mereka tidak menanggapi
Reaksi terhadap stres : menarik diri menekuni buku, menjadi tertekan, menyerah, mengingat & menceritakan masalah
Dikenali dari : sifatnya yang serius & peka, cara pendekatan yang sopan, komentar-komentar yang merendah & menyalahkan diri sendiri, penampilan yang teliti & rapi (kecuali intelek tipe hippy, musikus, penyair, yang merasa bahwa perhatian terhadap pakaian & penampilan merupakan keduniawian & menyimpang dari kekuatan batin)
Ikhtisar PHLEGMATIS yang damai
(mari kita lakukan dengan cara yang mudah)
Keinginan : menghindari konflik, memelihara perdamaian
Kebutuhan emosional : kedamaian & relaksasi, perhatian, pujian, harga diri, motivasi penuh kasih, keberartian
Senang dengan orang yang : mau mengambil keputusan untuk ia, mau mengakui kekuatan-kekuatannya, tidak mengabaikannya, mau menghargainya
Tidak senang dengan orang yang : terlalu memaksa, terlalu berisik & terlalu banyak berharap kepadanya
Kekuatan kunci : keseimbangan, pembawaan yang tenang, rasa humor yang kering, kepribadian yang menyenangkan
Kelemahan kunci : kurang memiliki kepastian, kurang bisa mengambil keputusan, kurang antusias, kurang energi, tidak ada cacat yang kentara selain kemauan baja yang tersembunyi
Menjadi tertekan kalau : hidup penuh konflik, menghargai konfrontasi, tak seorang pun mau membantunya, tanggung jawab diberikan kepada mereka
Takut akan : keharusan menghadapi masalah pribadi yang besar, ditinggalkan memegangi tas, membuat perubahan besar
Berharga dalam pekerjaan : menengahi orang-orang yang berseteru, mengatasi masalah secara obyektif
Bisa lebih baik kalau ia : menetapkan sasaran & dapat memotivasi diri sendiri, mau mengerjakan lebih banyak & bergerak lebih cepat ketimbang yang diharapkan, bisa menghadapi masalah sendiri sebaik ia menangani masalah orang lain
Sebagai pemimpin mereka : tetap tenang & menguasai diri, santai & teguh, tak mengambil keputusan menurut kata hati semata-mata, disukai & tak menyinggung perasaan, tak menimbulkan kesulitan, tapi tak sering menghasilkan gagasan baru yang cemerlang
Cenderung mengawini : orang koleris yang kuat karena menghargai kekuatan & kepastian mereka, tapi kemudian orang yang suka damai ini didesak-desak & dipandang rendah
Reaksi terhadap stres : bersembunyi, menonton televisi, makan, manarik diri dari kehidupan
Dikenali dari : cara pendekatan yang tenang, postur yang santai, duduk atau menyandar kalau keadaan memungkinkan
Perpaduan Kepribadian
SANGUINIS yang populer + KOLERIS yang kuat = sama-sama ekstrovert yang membutuhkan orang lain
KOLERIS yang kuat + MELANKOLIS yang sempurna = berorientasi tugas yang menjadi pekerja hebat
MELANKOLIS yang sempurna + PHLEGMATIS yang damai = perfeksionis yang ingin menghindari masalah
PHLEGMATIS yang damai + SANGUINIS yang populer = berorientasi hubungan & tidak ada satu pun yang punya dorongan besar untuk mencapai prestasi
Jumat, 17 Oktober 2008
Berapa kali Anda mengalami pikiran Anda buntu? Tak punya ide atau penyelesaian untuk satu persoalan? Kata ahli, ini bukan soal usia semata, melainkan juga soal bagaimana kita selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja otak kita. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya?
1. WAKTU YANG TEPAT
Sebagian orang yang lebih tua merasa pagi hari adalah saat yang paling enak untuk berpikir. Sementara pada orang yang lebih muda, sore hari justru menjadi saat tepat untuk berkreasi. Coba cermati, kapan Anda merasa bisa berpikir lebih jernih, dan selesaikan pekerjaan yang butuh pemikiran di waktu-waktu tersebut.
2. TERUS BELAJAR
Belajar terbukti berdampak positif terhadap kreativitas. Coba Anda ingat, saat sekolah dulu tentu Anda bisa lebih cepat menjawab soal matematika ketimbang saat sekarang, bukan? Usia memang ikut berpengaruh, tetapi proses belajar, dalam bentuk apa saja, terbukti juga berpengaruh terhadap kinerja otak. Jadi, jangan malas untuk selalu mempelajari hal-hal baru.
3. TULISKAN SEMUA HAL
Dengan menulis, Anda akan selalu terpacu untuk membacanya, sehingga ingatan pun lama-lama akan menyimpannya dalam otak. Ingat, tinta yang paling jelek pasti jauh lebih awet ketimbang ingatan yang terkuat sekalipun.
4. SELALU PRAKTIKKAN
Peribahasa lama mengajarkan, pisau yang tak diasah pasti akan cepat tumpul. Begitu pula otak kita. Apa artinya punya keterampilan baru jika kita tak pernah mempraktikannya? Jadi, teruslah mencoba mempraktikkan kemampuan Anda, karena itu akan membuat otak mengorganisasikan diri untuk selalu bekerja.
5. PENTINGNYA KONSENTRASI
Apakah Anda sering lupa nama seseorang, padahal Anda baru saja berkenalan dengannya di suatu seminar? Atau, pernahkah Anda tak tahu apa isi sebuah buku, padahal Anda baru saja membacanya beberapa menit lalu? Persoalannya bukan memori Anda yang salah, melainkan Anda tidak berkonsentrasi. Jadi, cobalah berkonsentrasi untuk semua hal.



